Sejarah

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN

MIS AL WASHLIYAH INSANUL KAMIL 

DARI MASA KE MASA

A.  Al Jam’iyatul Washliyah di Desa Melati II

MIS Al Washliyah Insanul Kamil adalah salah satu dari sekian banyak madrasah yang dimiliki Al Jam’iyatul Washliyah. Al Washliyah beridi sejak tahun 1930 yang lalu di kota medan. sementara Al Washliyah meluas hingga di kota Perbaungan Kab. Serdang Bedagai sejak tahun 1936. kemudian sekitar pada tahun 1970 M berdidi Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Al Washliyah yang di gagas dan di perjuangkan oleh Pimpinan Ranting Al Washliyah Melati II dan Angkatan Puteri Al Washliyah perbaungan, diantaranya adalah; H. Jemali, H. Mhd. Shiddiq, H. Karimuddin, H. Bilai Nurdin, Mhd. Khusen, Mhd. Salim (mereka dari unsur Pimpinan cabang dan Ranting Al Washliyah); Ibu Hj. Sariem,  Ibu Hj. Nurliah, Ibu Khamsiah (Unsur Angkatan Puteri Al Washliyah), dan yang lainnya.

B. Masa MID Al Washliyah

Beririlah Madrasah ibtidaiya Diniyah (MID) Al Washliyah yang pada waktu itu masih menumpang di Sekolah SD bersubsidi Yayasan PAB milik bapak Mujiman. dan kepala madrasah yang pertama adalah Al Ustadz H. Jemali (1970 s.d 1997). awal mula berdiri, lokal belajar yang di gunakan adalah ruangan gedung Yayasan PAB sekitar 5 tahun kemudian sekitar pada tahun 1974 Angkatan Puteri Al Washliuah Hj. Nurliah meminta kesempatan untuk berpidato dalam suatu majelis taklim wirid akbar desa melati II. dalam pidatonya tersebut Ia mengeluhkan dan merasa prihatin melihat kondisi pendidikan islam di Desa Melati II saat itu, “begitu luasnya Melati II ini tidak tidak memiliki gedung madrasah, masih menumpang. Beliau dalam pidatonya sampai menangis dan mengajak semua masyarakat untuk memperoleh tanah wakaf, dengan mengerahkan kekuatan umat akhirnya memperoleh tanah wakaf seluas 1321 M2 di Jln. Waringin Desa Melati II Perbaungan (yang saat ini beridi MIS Al Washliyah Insanul Kamil).

Tanah wakaf yang di dapat adalah sumbangan seluruh masyarakat dengan cara infak. wakaf tanah dari Al Ustadz Karimuddin sekirai-kira 300 m2. dan selebihnya adalah tanah yang dibeli dari uangg infak dan wakaf yang dikelola oleh Hj. Sariem selaku pemegang uang dan bendahara penggerak tanah wakaf untuk madrasah.